Kalau mendengar kata satelit, mungkin yang terbayang adalah benda besar yang melayang di luar angkasa dengan ukuran sebesar bus atau bahkan lebih. Padahal, sekarang ada teknologi yang memungkinkan satelit dibuat dalam ukuran sangat kecil. Teknologi itu dikenal dengan nama CubeSat. Kehadiran satelit mini ini membawa revolusi besar dalam dunia antariksa karena membuat penelitian luar angkasa jadi lebih murah, cepat, dan praktis.
Apa itu CubeSat
CubeSat adalah jenis satelit berukuran kecil berbentuk kubus dengan ukuran standar 10x10x10 cm. Beratnya biasanya sekitar 1 sampai 1,3 kilogram untuk ukuran 1U. Ada juga variasi yang lebih besar seperti 2U, 3U hingga 12U. Meski kecil, fungsinya tidak kalah penting dari satelit besar. Satelit mini ini bisa dipakai untuk berbagai tujuan, mulai dari penelitian, komunikasi, eksplorasi luar angkasa, sampai misi pendidikan.
Awalnya, konsep CubeSat dikembangkan pada akhir 1990-an oleh Universitas Stanford dan California Polytechnic State University. Tujuan awalnya adalah memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar tentang desain dan peluncuran satelit dengan biaya yang jauh lebih terjangkau. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan CubeSat meluas hingga ke lembaga riset, perusahaan teknologi, bahkan badan antariksa seperti NASA.
Baca Juga: Biodata dan Jejak Karier Agatha Chelsea Terbaru
Keunggulan CubeSat Dibanding Satelit Konvensional
Salah satu alasan mengapa CubeSat begitu populer adalah ukurannya yang ringkas dan biayanya yang murah. Jika membuat satelit besar bisa menghabiskan ratusan juta dolar, maka CubeSat bisa dirancang dengan biaya yang jauh lebih rendah. Hal ini membuka pintu bagi universitas dan startup kecil untuk ikut serta dalam penelitian antariksa.
Selain itu, proses pembangunan CubeSat jauh lebih cepat. Kalau satelit konvensional memakan waktu bertahun-tahun untuk dirancang, CubeSat bisa selesai dalam hitungan bulan. Kemudahan ini membuatnya sangat fleksibel digunakan dalam berbagai eksperimen teknologi.
Kelebihan lain ada pada sistem peluncuran. CubeSat bisa ikut menumpang dalam misi peluncuran roket utama. Jadi, saat ada satelit besar yang diluncurkan, CubeSat bisa dibawa serta dalam satu roket dengan biaya tambahan yang lebih murah.
Baca Juga: Siapa Pasangan Anya Geraldine Sekarang? Ini Jawabannya!
Fungsi dan Kegunaan CubeSat
Banyak orang mengira ukuran kecil berarti fungsi terbatas. Padahal, CubeSat bisa dipakai untuk berbagai misi yang serius. Salah satunya adalah pengamatan bumi. CubeSat dapat dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi untuk memantau perubahan iklim, kondisi pertanian, atau kebencanaan.
Selain itu, CubeSat juga bisa difungsikan sebagai alat komunikasi. Beberapa proyek menggunakan CubeSat untuk menyediakan jaringan komunikasi sederhana di daerah terpencil. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai percobaan awal untuk teknologi internet berbasis satelit.
Dalam dunia sains, CubeSat sering dipakai untuk melakukan eksperimen mikrogravitasi. Satelit mini ini bisa menjadi platform percobaan yang murah sebelum teknologi skala besar benar-benar diluncurkan. Misalnya untuk uji coba sensor, sistem tenaga surya, atau teknologi komunikasi baru.
Baca Juga: Biodata Ghea Indrawari dan Lagu Populernya
CubeSat dan Eksplorasi Luar Angkasa
Salah satu hal menarik adalah penggunaan CubeSat untuk misi eksplorasi luar angkasa. NASA pernah meluncurkan CubeSat bernama MarCO (Mars Cube One) yang ikut dalam misi InSight ke Mars. Meskipun ukurannya kecil, satelit ini berperan penting sebagai relay komunikasi antara wahana utama dan Bumi.
Eksperimen lain adalah peluncuran CubeSat ke orbit bulan. Satelit mini ini dipakai untuk menguji kemampuan navigasi, mempelajari radiasi, hingga melakukan pemetaan. Jadi, meskipun kecil, CubeSat bisa ambil bagian dalam misi besar yang biasanya hanya dikerjakan satelit konvensional.
Baca Juga: Siapa Jennifer Coppen? Ini Faktanya
Tantangan yang Dihadapi CubeSat
Meski punya banyak keunggulan, CubeSat juga punya keterbatasan. Ukuran yang kecil membuat kapasitas energi terbatas. Panel surya yang menempel di badan satelit mini ini hanya mampu menghasilkan daya yang sedikit. Itu berarti tidak semua instrumen bisa dipasang sekaligus.
Selain itu, umur operasi CubeSat biasanya lebih pendek dibanding satelit besar. Banyak CubeSat hanya bertahan sekitar satu sampai tiga tahun sebelum akhirnya tidak bisa digunakan lagi. Hal ini disebabkan keterbatasan daya, desain yang sederhana, serta orbit yang tidak selalu stabil.
Namun, tantangan ini justru jadi peluang untuk inovasi. Banyak perusahaan dan universitas berlomba mencari cara agar CubeSat bisa lebih tahan lama, punya daya lebih besar, dan mampu menjalankan misi yang lebih kompleks.
Peran CubeSat dalam Pendidikan
Salah satu aspek menarik dari CubeSat adalah perannya dalam dunia pendidikan. Banyak universitas di seluruh dunia menggunakan CubeSat sebagai proyek penelitian mahasiswa. Lewat proyek ini, mahasiswa bisa belajar tentang desain sistem satelit, komunikasi radio, pemrograman, hingga proses peluncuran ke luar angkasa.
Bukan hanya sekadar teori, tetapi juga praktek nyata. Dengan biaya yang lebih rendah, universitas bisa meluncurkan satelit sendiri. Hal ini tentu memberi pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda yang bercita-cita bekerja di bidang antariksa.
CubeSat dan Masa Depan Internet
Dalam beberapa tahun terakhir, ada wacana untuk menggunakan CubeSat sebagai bagian dari jaringan internet global. Konsepnya mirip dengan konstelasi satelit besar yang diluncurkan oleh perusahaan teknologi terkenal. Bedanya, CubeSat lebih kecil dan lebih murah sehingga bisa dipakai dalam jumlah besar untuk membentuk jaringan di orbit rendah bumi.
Jika berhasil, teknologi ini bisa membuka akses internet di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau. Selain itu, penggunaan CubeSat dalam jumlah masif juga bisa mempercepat distribusi data dengan latensi rendah.
Inovasi Teknologi dalam CubeSat
Setiap tahun, desain CubeSat terus berkembang. Ada yang dilengkapi sistem propulsi mini untuk bisa bermanuver di orbit. Ada juga yang menggunakan kamera canggih untuk menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi. Bahkan, beberapa CubeSat kini dilengkapi kecerdasan buatan agar bisa membuat keputusan secara mandiri tanpa menunggu instruksi dari bumi.
Teknologi komunikasi juga semakin berkembang. CubeSat kini bisa menggunakan frekuensi yang lebih tinggi untuk mentransfer data lebih cepat. Ada juga yang bereksperimen dengan komunikasi laser yang menjanjikan kapasitas data jauh lebih besar dibanding radio konvensional.
Peluang Bisnis dari CubeSat
Selain dunia pendidikan dan penelitian, CubeSat juga membuka peluang bisnis baru. Banyak startup bermunculan dengan ide menggunakan satelit mini untuk layanan data, pemantauan bumi, hingga komunikasi IoT.
Misalnya, perusahaan bisa meluncurkan jaringan CubeSat untuk memantau kapal di lautan, mengawasi ladang pertanian, atau bahkan untuk keperluan logistik. Karena biayanya murah, CubeSat jadi solusi menarik bagi bisnis yang membutuhkan data cepat dari luar angkasa.
Masa Depan CubeSat
Kalau melihat perkembangan yang ada sekarang, CubeSat kemungkinan akan semakin penting dalam industri luar angkasa. Dengan kombinasi biaya murah, desain fleksibel, dan fungsi beragam, satelit mini ini bisa melengkapi peran satelit besar.
Bahkan, ada prediksi bahwa di masa depan akan ada ribuan CubeSat yang mengorbit bumi sekaligus. Mereka bisa bekerja sama sebagai jaringan besar untuk komunikasi, penelitian, maupun eksplorasi